Mendengarkan lagu Viva La Vida yang dinyanyikan Coldplay ternyata cukup
menggelitik untuk mengungkapkan hal-hal yang berkenaan dengan iman
seorang Kristen. Untuk lebih jelasnya, mari kita lihat lirik dari lagu
tersebut :
I used to rule the world
Seas would rise when I gave the word
Now in the morning I sleep alone
Sweep the streets I used to own
I used to roll the dice
Feel the fear in my enemy's eyes
Listen as the crowd would sing
"Now the old king is dead! Long live the king!"
One minute I held the key
Next the walls were closed on me
And I discovered that my castles stand
Upon pillars of salt and pillars of sand
Chorus:
I hear Jerusalem bells a ringing
Roman Cavalry choirs are singing
Be my mirror, my sword and shield
My missionaries in a foreign field
For some reason I can't explain
Once you go there was never
Never an honest word
And that was when I ruled the world
It was the wicked and wild wind
Blew down the doors to let me in
Shattered windows and the sound of drums
People couldn't believe what I'd become
Revolutionaries wait
For my head on a silver plate
Just a puppet on a lonely string
Oh who would ever want to be king?
Chorus
I hear Jerusalem bells a ringing
Roman Cavalry choirs are singing
Be my mirror, my sword and shield
My missionaries in a foreign field
For some reason I can't explain
I know Saint Peter won't call my name
Never an honest word
But that was when I ruled the world
Chorus
I hear Jerusalem bells a ringing
Roman Cavalry choirs are singing
Be my mirror, my sword and shield
My missionaries in a foreign field
For some reason I can't explain
I know Saint Peter won't call my name
Never an honest word
But that was when I ruled the world
Pada
bait awal dikatakan di sana Laut pun akan tergolak jika diucapkan satu
kata. Hal ini mengingatkan kisah Musa membelah Laut Teberau atau
Kristus Yesus mendiamkan badai. Hanya dengan perkataan saja, alam bisa
tunduk.
Belum lagi ada soal Kastil yang terbuat dari pilar garam dan
pasir. Ini bicara soal bangsa-bangsa di dunia yang sebagian dianggap
garam dunia dan sebagian lagi dianggap sebagai pasir belaka. Orang-orang
pilihan dan orang-orang biasa. Kemudian soal raja tua yang mangkat dan
raja baru yang dielu-elukan. Ini seakan bicara tentang jatuhnya Iblis
penguasa dunia dan Kristus Yesus dijadikan Raja segala Raja.
Pada
bagian chorus, jelas sekali dibangkitkan soal Genta Yerusalem dan
Prajurit Kavaleri Roma yang bernyanyi. Ini mengingatkan pada kisah di
jaman Yosua di mana balatentara Yahudi hanya bernyanyi bertepuktangan
dan tembok Yeriko pun runtuh. Kemudian soal persenjataan yang lengkap :
Perisai, Pedang, yang dikenakan adalah permisalan untuk
"senjata-senjata" Allah yang harus digunakan.
Nah, pada bagian akhir
chorus disebutkan tentang St. Peter. Petrus adalah murid Kristus Yesus
yang dipercaya memegang kunci kerajaan sorga. Dalam lagu ini dikatakan
Aku tahu kalau Aku tidak dipanggil oleh Santo Petrus, artinya Aku dalam
lagu ini merasa tidak akan masuk surga, tetapi hal itu terjadi saat Aku
menguasai dunia ini. Artinya, ada kesadaran bahwa siapa yang berpegang
pada dunia ini tidak akan beroleh sorga. Hal ini sejalan dengan iman
Kristiani, karena Alkitab mengajarkan simpanlah hartamu di sorga bukan
di dunia ini.
Jadi tujuan hidup menurut lagu ini adalah menghidupi hidup ini untuk tujuan utama yaitu surga.
Smoga Bermanfaat . Syalom .
God bless You :)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar