Rabu, 04 November 2015

Makna Dari Lagu Viva La Vida Yg Dinyanyikan Oleh : ColdPlay

Mendengarkan lagu Viva La Vida yang dinyanyikan Coldplay ternyata cukup menggelitik untuk mengungkapkan hal-hal yang berkenaan dengan iman seorang Kristen. Untuk lebih jelasnya, mari kita lihat lirik dari lagu tersebut :
I used to rule the world
Seas would rise when I gave the word
Now in the morning I sleep alone
Sweep the streets I used to own

I used to roll the dice
Feel the fear in my enemy's eyes
Listen as the crowd would sing
"Now the old king is dead! Long live the king!"

One minute I held the key
Next the walls were closed on me
And I discovered that my castles stand
Upon pillars of salt and pillars of sand

Chorus:
I hear Jerusalem bells a ringing
Roman Cavalry choirs are singing
Be my mirror, my sword and shield
My missionaries in a foreign field

For some reason I can't explain
Once you go there was never
Never an honest word
And that was when I ruled the world

It was the wicked and wild wind
Blew down the doors to let me in
Shattered windows and the sound of drums
People couldn't believe what I'd become

Revolutionaries wait
For my head on a silver plate
Just a puppet on a lonely string
Oh who would ever want to be king?

Chorus
I hear Jerusalem bells a ringing
Roman Cavalry choirs are singing
Be my mirror, my sword and shield
My missionaries in a foreign field

For some reason I can't explain
I know Saint Peter won't call my name
Never an honest word
But that was when I ruled the world

Chorus
I hear Jerusalem bells a ringing
Roman Cavalry choirs are singing
Be my mirror, my sword and shield
My missionaries in a foreign field

For some reason I can't explain
I know Saint Peter won't call my name
Never an honest word
But that was when I ruled the world

Pada bait awal dikatakan di sana  Laut pun akan tergolak jika diucapkan satu kata. Hal ini mengingatkan kisah Musa membelah Laut Teberau atau Kristus Yesus mendiamkan badai. Hanya dengan perkataan saja, alam bisa tunduk.
Belum lagi ada soal Kastil yang terbuat dari pilar garam dan pasir. Ini bicara soal bangsa-bangsa di dunia yang sebagian dianggap garam dunia dan sebagian lagi dianggap sebagai pasir belaka. Orang-orang pilihan dan orang-orang biasa. Kemudian soal raja tua yang mangkat dan raja baru yang dielu-elukan. Ini seakan bicara tentang jatuhnya Iblis penguasa dunia dan Kristus Yesus dijadikan Raja segala Raja.
Pada bagian chorus, jelas sekali dibangkitkan soal Genta Yerusalem dan Prajurit Kavaleri Roma yang bernyanyi. Ini mengingatkan pada kisah di jaman Yosua di mana balatentara Yahudi hanya bernyanyi bertepuktangan dan tembok Yeriko pun runtuh. Kemudian soal persenjataan yang lengkap : Perisai, Pedang, yang dikenakan adalah permisalan untuk "senjata-senjata" Allah yang harus digunakan.
Nah, pada bagian akhir chorus disebutkan tentang St. Peter. Petrus adalah murid Kristus Yesus yang dipercaya memegang kunci kerajaan sorga. Dalam lagu ini dikatakan Aku tahu kalau Aku tidak dipanggil oleh Santo Petrus, artinya Aku dalam lagu ini merasa tidak akan masuk surga, tetapi hal itu terjadi saat Aku menguasai dunia ini. Artinya, ada kesadaran bahwa siapa yang berpegang pada dunia ini tidak akan beroleh sorga. Hal ini sejalan dengan iman Kristiani, karena Alkitab mengajarkan simpanlah hartamu di sorga bukan di dunia ini.
Jadi tujuan hidup menurut lagu ini adalah menghidupi hidup ini untuk tujuan utama yaitu surga.
Smoga Bermanfaat     .    Syalom .

God bless You :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar