Pertanyaan:
1. Semua Orang Kristen MAU ke Yerusalem tetapi TIDAK MAMPU.
2. Semua Orang Kristen MAMPU ke Yerusalem tetapi TIDAK MAU?
Cobalah Anda pilih dari kedua kondisi tsb di atas, pilihan A kah atau pilihan B menurut Anda sebagai jawaban yang paling benar.
(Setelah mengakhiri membaca postingan ini, periksa kembali jawaban Anda).
Ketika saya masih menduduki jabatan sebagai penasehat Mahasiswa Kristen Oikumene (MKO) di salah satu universitas di Bogor, salah seorang pendeta (orangtua dari mahasiswa) mengajak saya utk memasarkan tentang perjalanan atau WISATA ROHANI KE YERUSALEM, dengan menjanjikan besaran komisi yg tergantung dari paket wisata yg terjual sesuai yg tertera di brosur.
Terus terang sebagai orang Kristen yg taat, saya merasa tawaran dari pendeta tersebut sebagai suatu tawaran yg mempermainkan agama, hal ini dikarenakan saya masih ingat 3 (tiga) bulan sebelumnya pendeta yg sama menawarkan kepada saya untuk mencari kalau-kalau ada pengusaha yg bisnisnya ingin didoakan, dengan iming-iming jika doanya berhasil maka akan dikenakan komisi 15% (dari tiap transaksinya dan saya dijanjikan komisi yg cukup menggiurkan). Sama seperti BISNIS DOA ini, maka saya tidak tertarik dengan BISNIS WISATA (Rohani?) KE YERUSALEM tsb, malah jadi timbul pertanyaan di benak saya APAKAH WISATA KE YERUSALEM ITU ADALAH PERJALANAN ROHANI atau SEKEDAR PELESIRAN?
Teringat juga dengan cerita kakak dari Ibu mertua saya (Bu De atau Inang Tua dari istri saya) yang jika datang berkumpul dengan adik-adiknya (Bu Lek atau indang Uda dari istri saya) bercerita bahwa mereka sering pergi ke Yerusalem. Kakak dari ibu mertua saya yg tinggal di bilangan Cipete Jakarta bercerita bahwa beliau telah 5 (lima) kali dibaptis di Sungai Yordan, begitu juga dengan adik-adiknya yg tinggal di bilangan Pondok Indah Jakarta yang telah beberapa kali dibaptis di Yerusalem. Namun cerita itu hanya membuat saya terheran-heran,
ORANG MISKIN & ORANG KAYA DALAM PANDANGAN ALKITAB.
Beberapa tahun belakangan ini banyak umat kristen mendengar tentang teologi kemakmuran. Teologi kemakmuran pada intinya mengajarkan, bahwa jika orang Kristen betul-betul bersandar atau terhubung pada Tuhannya, maka orang Kristen itu pasti akan kaya, dan sebaliknya jika kita tetap miskin maka pasti ada hubungan kita yang salah dengan Tuhan kita. Jadi menurut teologi kemakmuran itu, jika kita menjadi orang Kristen yg benar maka tidak mungkin kita miskin. Apakah teologi kemakmuran ini betul-betul alkitabiah (sesuai dengan alkitab atau firman Allah)? Mari kita lihat bagaimana alkitab menjelaskannya.
Dalam kitab Yohanes 12:8, Yesus mengatakan bahwa orang miskin selalu ada padamu. Bahwa dengan sangat jelas Nabi Isa atau Yesus mengatakan bahwa sepanjang di dunia yang penuh dosa ini, maka orang miskin akan selalu ada ditengah-tengah
Kitab Matius 25:35 dan 36 dengan jelas Yesus mengatakan, “Sebab ketika Aku lapar, kamu memberi aku makan, ketika aku haus, kamu memberi Aku minum, ketika Aku seorang asing, kamu memberi Aku tumpangan. Ketika Aku telanjang, kamu memberi Aku pakaian; ketika Aku sakit, kamu melawat Aku, ketika Aku di dalam penjara, kamu mengunjungi Aku.â€
Lalu bagaimana dengan orang kaya? Apakah setiap orang kristen pasti kaya?
Dari kitab Yohanes 12:8 dan kitab Matius 25:35 dan 36 di atas jelas bahwa jawabannya tidak demikian, lalu untuk tujuan apakah sebenarnya seorang diberkati oleh Allah menjadi kaya? Dalam beberapa kutipan alkitab dijelaskan bahwa tugas orang kaya adalah untuk menyokong orang miskin. Lebih jauh, seorang penulis rohani yang bernama Ellen G White, dalam bukunya Desire of Ages hal 639 & 640 mengatakan, “Kepada orang kaya, Allah telah memberikan kekayaan agar mereka dapat meringankan dan menghiburkan anak-anakNya yg menderita (miskin).
DIMANAKAH YERUSALEM ITU SAAT INI?
Bilamana kita mempelajari alkitab dengan seksama, maka kita akan mengetahui dengan pasti bahwa “BAIT SUCI†identik dengan “KOTA ATAU TANAH SUCIâ€, sebagai contoh pada umat islam, bahwa “KAABAH ATAU BAIT SUCI†mereka terletak di kota suci “MEKKAHâ€. Demikian juga dengan umat Kristen dan Yahudi, bahwa “BAIT SUCI SALOMO†berada di “TANAH SUCI YERUSALEMâ€.
Dalam perjalanan bangsa Israel, telah dua kali umat Israel memiliki Bait Suci, Bait Suci pertama dibangun oleh Raja Sulaiman atau Salomo, yang oleh karena kejahatan raja-raja dan bangsa Israel, maka Tuhan Allah mengizinkan Bait Suci Salomo dan Tanah Suci Yerusalem dihancurkan oleh raja Babilon yang bernama Nabukadnezar. Kemudian Bait Suci dan Kota Suci Yerusalem dibangun kembali oleh Gubernur Zerubabel dan Imam Besar Yosua, yg penyelesaian akhirnya diselesaikan oleh Raja Herodes Agung.
Kemudian oleh karena kejahatan bangsa Israel yang membunuh nabi-nabi Allah dan menolak Nabi Isa atau Yesus Kristus, maka Tuhan Allah tidak lagi mengizinkan Bait Suci berada di tengah-tengah manusia. Demikian juga dengan ketiadaan Bait Suci ini, maka Kota “YERUSALEM†tidak dapat lagi disebut sebagai “TANAH SUCIâ€. Di pelajaran sebelumnya (lihat postingan sebelumnya tentang bait suci ini dengan artikel yg berjudul, “Gereja Dibakar, Mesjid Dibakar, Siapa yg Paling Marah?â€). Bahwa saat ini ada 2 (dua) Bait Suci, yaitu: 1) BAIT SUCI FISIK, ADA DI SURGA dan 2) BAIT SUCI ROHANI YAITU TUBUH JEMAATNYA (lihat 1 Kor 3:16 identik dengan 1 Kor 6:19 “Tidakkah kamu tahu bahwa tubuhmu itu adalah “BAIT ALLAH†bahwa Roh Allah berdiam di dalamnya?â€
DIMANAKAH TANAH SUCI ORANG KRISTEN SAAT INI?
Jika Bait Suci Allah kini ada 2 (dua) yakni; DI SURGA BAIT SUCI FISIK dan DI DUNIA BAIT SUCI ROHANI, lalu BAGAIMANA DENGAN TANAH SUCI? Di MANAKAH TANAH SUCI YERUSALEM SAAT INI?
Alkitab mencatat, ada 4 (empat) ayat di alkitab yang menunjukkan posisi atau keberadaan YERUSALEM TANAH SUCI saat ini. Kitab Galatia 4:26 dan Ibrani 12:22 menyatakan sebagai “YERUSALEM SURGAWIâ€, sedang kitab Wahyu 21:2 menyatakannya sebagai “YERUSALEM BAHARU†dan kitab Wahyu 12:10 menyatakannya sebagai “YERUSALEM YG TURUN DARI SURGAâ€. Dari ke-empat ayat alkitab di atas, jelas sekali bahwa “KOTA YERUSALEM DI PALESTINA ATAU DI ISRAEL SAAT INI BUKAN LAGI TANAH SUCINYA ORANG KRISTEN†sebab Tanah sucinya atau “YERUSALEM TANAH SUCINYA (FISIK) ORANG KRISTEN SAAT INI BERADA DI SURGAâ€.
Lalu, sebagamana Ada Bait Suci Fisik di surga dan ada Bait Suci Rohani di tubuh JemaatNya. Menjadi pertanyaan bagi kita, jika “TANAH SUCI YERUSALEM FISIK ADA DI SURGAâ€, lalu, â€DIMANAKAH TANAH SUCI ROHANI ORANG KRISTEN?â€. Atau, apakah Yerusalem di Tanah Palestina atau di Israel saat ini dapat kita sebutkan sebagai Tanah Sucinya orang Kristen?
TANAH SUCI YERUSALEM ROHANI
Sebagaimana salah satu tujuan umat Islam ke Tanah Suci Mekkah adalah untuk napak tilas jejak kaki dari para nabi termasuk Nabi Muhammad, maka tujuan dari umat Kristen ke Tanah Suci Yerusalem adalah untuk mengikuti jejak kaki (napak tilas) dari perjalanan Yesus Kristus di Tanah Suci Yerusalem di Palestina sana. Banyak orang akan merasa terberkati jika dapat mengunjungi desa Bethlehem Efrata tempat Yesus Kristus dilahirkan, begitu juga kota Nazaret tempat Dia dibesarkan. Betapa banyak orang yang telah berkunjung ke Yerusalem. Bahwa mereka merasa dekat dengan Yesus manakala mereka dibaptiskan di sungai Yordan. Begitu pun sampai ke Bukit Golgota tempat Dia disalibkan. Menjadi pertanyaan bagi saya, jika kita manusia merasa terberkati mengikuti jejak kaki (napak tilas) perjalanan Yesus tersebut, apakah demikian dengan Yesus? Adakah Yesus kita merasakan hal yang sama? Setidaknya, apakah memang niat atau keinginan dari Yesus untuk kita berkunjung ke Tanah Suci Yerusalem?
DIMANAKAH JEJAK KAKI (NAPAK TILAS) YESUS YANG SEBENARNYA?
Seorang penulis yg bernama Ellen G White, yang banyak menulis buku Teologi menuliskan dalam bukunya Desire of Ages hal 640,bahwa adalah suatu kesempatan yg luar biasa bila mengunjungi tempat-tempat Kristus berada selama Dia hidup di bumi ini, berjalan di tempat Dia berjejak, memandang ke danau yang di tepinya Dia suka mengajar, serta bukit-bukit dan lembah-lembah yang sering di kunjungiNya.TET
Tuhan Yesus mengatakan dalam Yohanes 12:8 “Karena orang-orang miskin selalu ada pada kamuâ€. Lebih jauh lagi, Yesus mengatakan dalam kitab Matius 25:36, 37. “Sebab ketika Aku telanjang, kamu memberi Aku pakaian; ketika Aku sakit, kamu melawat Aku; ketika Aku di dalam penjara, kamu mengunjungi Aku.â€
Jika Yesus menenginginkan bahwa jejak kakiNya atau Tanah Suci Yerusalem Rohani adalah memberi makan yang lapar, mengunjungi orang sakit, melawat orang-orang yang berduka dan hancur hatinya. Apalagi jika masih ada orang-orang di sekitar saya yang miskin, berduka, sakit, dan ada keluarga saya yang tidak mampu bersekolah, tidak mampu untuk membeli beras atau makanan sehari-harinya,
Terimakasih Yesus, engkau telah datang untuk menebus kami, engkau bahkan memampukan kami untuk berjalan ke Yerusalem Rohani, tempat di mana Engkau pernah menjejakkan kakiMu, ya, Tanah Suci Yerusalem yang Engkau kehendaki. Yerusalem itu ada di sekitar kami, di rumah-rumah sakit, di tempat orang berduka yang hancur hatinya, di pondok-pondok kumuh, di penjara, dan di tempat di mana Engkau pernah menjejakkan kakiMu di antara sesama kami manusia yang butuh pertolongan. Terimakasih untuk semuanya ya Allahku.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar